Kelarutan malam di akhir weekend selalu menyisakan waktu untuk mempersiapkan apa saja yang akan dilakukan pada hari senin, meskipun banyak orang bilang I dont like Monday..tapi tidak dengan aku. Melihat anakku satu satuya tertawapun itu semangat buat menyambut esok hari..Namanya Mikhail (sebut saja kaka) anakku ini memang tidak bisa diam dan selalu melakukan hal yang membuat terkadang aku bingung dan terkadang pun bisa kehabisan kata untuk menjawabnya.
Tiba tiba dia memperlihatkan secarik kertas bekas ulangan yang memang sudah ada nilainya, yaitu 9,8...pengen rasanya marah, tapi aku tidak langsung memarahinya dia sudah terlebih dahulu mengutarakan bahwa kemaren dia sakit, memang itu benar..salah satu yang mengelitik soal ulangan anakku yang sekarang ada dibangku kelas 2 SD yaitu tentang mata pelajaran PLBJ...yang soal salah satu soal ulangannya berbunyai: bagaimkanaah sifat bang maman?..dan dia salah untuk menjawabnya, aku bertanya kenapa salah ka? ini uraian soalnya mana?aku lihat cuma dua lembar kertas dan tidak ada uraian soal sama sekali, dan sayapun tergelitik untuk bertanya ini bang Maman siapa ka?...Anakku menjawab Bang Maman dari kalipasir..aku bertanya kembali mana uraian soalnya ka? diapun menjawab seadanya GA ADA MAH... oooo jawabku..trus kamu tahu darimana kalau bang maman itu seperti yang kamu jawab, ada ko mah di buku PLBJ..coba liat kataku sambil kusuruh anakku mengambil buku yang di maksud. Coba kamu baca yang keras biar mama denger, mulailah dia membaca sambil mengartikan baris demi baris yang dia baca? aku mulai risih ketika dia membaca kata cerai,..dan akupun mulai ingin tahu bahkan ga cuma ingin tahu tapi ingin tahu bangettt..aku baca karangan salah satu dari penerbit yang judulnya BANG MAMAN DARI KALIPASIR, setelah selesai aku baca...dalam hati saja aku bergumam sungguh aneh bin ajaib sekali ini cerita sehingga matakupun yang mengantuk terbelalak dan sembari trenyuh sedih dan ada rasa marah..kenapa anak-anak yang polos dan baru kelas 2 SD disuguhkan dengan cerita tentang perceraian dan materialistis.
Anakku ini memang tipe yang selalu ingin tahu mulailah dia bertanya apa seh mah cerai itu, apa seh mah materialistis itu, emang kita harus lebih menyukai orang yang punya uang dibandingkan orang yang tidak punya uang? mulailah dia cerewet...kuhirup udara ke dalam dadaku yang sesak ini sepanjang mungkin dan sedalam yang kubisa...mulailah kujawab satu satu pertanyaan yang menurutku sangat tidak rasional bahkan tidak manusiawi ketika harus digabungkan dengan sebuah mata pelajaran..dan itu sangat tidak mudah untuk menjawab pertanyaan yang memang harus aku jawab untuk dimengerti untuk seorang anak SD.
Tidak berapa lama anakku tertidur, sambil kupandangi wajahnya yang lucu meskipun kadang menyebalkan, aku mersa kasihan anak anak sepolos ini harus sudah mengerti dan paham dari arti kata cerai. sebelum akupun menyusul untuk tidur aku berdoa: " Tuhanku pilihlah orang yang terpilih untuk bisa berbagi kasih sayang yang dia miliki untuk membagikan kepandaiannya untuk anak anak di indonesia ini atas dasar kasihsayang dihatinya kepada anak-anak...dan bukan hanya seorang yang hanya memikirkan kantong, kejar tayang dan cetakan...yang tidak pernah mengerti dari sebuah dampak kata untuk psikologi seorang anak dalam hal mengerti memahami apalagi meresapi...semoga semakin banyak orang pandai yang bukan hanya menggunakan akalnya tetapi juga menggunakan hatinya, mengajari anak oranglain seperti mengajar anak sendiri...BANGKIT DAN MAJULAH Indonesiaku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar